This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

HASIL TEST GAYA BELAJAR MH KELAS IX

 HASIL TEST GAYA BELAJAR MH KELAS IX

Pada Tanggal 28 Agustus Tahun 2023, Siswa dan siswi MTs.Miftahul huda telah melaksanakan kegiatan Test Gaya Belajar di sekolah. Adapun dari hasil Test tersebut dapat diperoleh oleh siswa dengan cara klik Tautan dibawah ini.

Download

Hasil Test Gaya Belajar Kelas IX A

Hasil Test Gaya Belajar Kelas IX B


Setelah mengklik tautan download diatas, maka kalian akan di bawa ke halaman Google drive kalian.


Kemudian pilihlah sesuai dengan Nama Masing - masing, lalu klik tombol download seperti gambar dibawah.



Maka dengan demikian hasil test tersebut telah tersimpan.



Adapun siswa dan siswi yang belum mengikuti test Gaya Belajar, Bisa mengikuti Test Susulan dengan cara Meng klik tautan di bawah ini.


MATERI BK Kelas VII Indahnya Memiliki Pertemanan Yang Baik & Sehat

Apa pengertian Pertemanan ?

            Sebelum kita membahas mengenai kualitas pertemanan, ada baiknya kita mengetahui defenisi pertemanan menurut para ahli secara umum yaitu Aristoteles (dalam Grunebaum, 2003) menyatakan pertemanan adalah hubungan khusus yang dapat saling membantu satu sama lain, tidak pernah memikirkan kewajiban, dan saling menguntungkan. Kant (dalam Grunebaum, 2003) berpendapat pertemanan adalah keintiman, persekutuan, berbagi perasaan, membagi informasi, dan saling percaya. Hays (dalam Damir, 2007) menyatakan pertemanan adalah saling ketergantungan sukarela antara dua orang dari waktu ke waktu, bervariasi, keakraban, kasih sayang dan saling membantu. Widianti (dalam Roza, 2012) pertemanan merupakan hubungan emosional antara dua manusia atau lebih yang sejenis maupun tidak sejenis. Hubungan ini didasari saling pengertian, menghargai, dan mempercayai satu sama lain. Mereka juga saling bertukar informasi tentang berbagai pengalaman untuk satu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama.
                Dari pengertian diatas maka dapat kita simpulkan pertemanan adalah hubungan yang dimiliki antar individu yang diawali dengan perkenalan hingga menimbulkan timbal balik antara keduanya tanpa memikirkan kewajiban dan saling menguntungkan baik secara emosional maupun sosial.

Bagaimana caranya memiliki pertemanan yang baik & sehat ?

              Tentunya pertemanan yang baik dan sehat bisa kita dapatkan dengan cara bagaimana kita dapat menilai dan memperlakukan orang lain. Dengan kata lain teman yang baik adalah teman yang selalu menjaga perasaan kita dan selalu mengarahkan diri kita terhadap segala hal yang positif sehingga tidak menimbulkan kerugian terhadap diri kita dan orang lain.
               Teman yang baik tentunya memiliki ciri - ciri  :

1. Selalu menjadi pengingat ketika kita akan melakukan kesalahan
2. Suka tolong menolong dengan sesama
3. Bersifat Jujur dan Amanah
4. Murah Hati
5. Menjadi Penghibur ketika kita Kesepian
6. Mengajak ke arah hal yang positif dan menguntungkan




Contoh Angket Analis Gaya Belajar

 Contoh Angket Analisis Gaya Belajar 10 Nomor untuk SMP/MTs Kelas VII


#Angketgayabelajar #AngketgayabelajartingkatSLTP #Gayabelajar #Analisisgayabelajar #AdministrasiBK #GuruBK #BKtingkatSLTP

Hasil Test Gaya Belajar Siswa KELAS VIII

            Setelah diadakannya test gaya belajar pada hari senin tanggal 21 Agustus 2023 MTs Miftahul Huda untuk kelas VIII, kalian bisa mendownload hasil test tersebut dengan cara klik DOWNLOAD dibawah ini.

Download


Setelah mengklik tautan download diatas, maka kalian akan di bawa ke halaman Google drive kalian.


Kemudian pilihlah sesuai dengan Nama Masing - masing, lalu klik tombol download seperti gambar dibawah.



Maka dengan demikian hasil test tersebut telah tersimpan.


BAGAIMANA CARA MENGETAHUI GAYA BELAJAR ???

        Ada beberapa cara untuk mengetahui gaya belajar seorang individu, diantaranya dengan cara mengisi angket analisis gaya belajar yang telah disusun oleh para ahli sesuai dengan ciri - ciri gaya belajar. Dengan pesatnya perkembangan media ajar banyak para ahli pendidikan yang mengadakan Webinar mengenai ANALISA GAYA BELAJAR, salah satunya yang telah diselenggarakan oleh ALMas dengan Narasumbernya Dr.Rojabi Azharghani dan Ali Ishaq sebagai CEO Berkreasi Multitech mengenai "Mengenali Gaya Belajar untuk Membuka Rahasia  Metode Belajar Siswa".

Didalam Webinar tersebut materi yang dibahas adalah gaya belajar baik dari pengertian, macam - macam gaya belajar berikut ciri - ciri individu yang memiliki jenis gaya belajar tersebut dan membedah aplikasi Analisa gaya belajar yang dikeluarkan oleh  CV.Berkreasi Multitech.



                                            Gambar : Aplikasi Analisis Gaya Belajar

        

Bagi yang menginginkan Aplikasi tersebut kalian dapat mengakses www.berkreasi.net dan menghubungi contact person yang ada di alamat WEB tersebut.

Gaya Belajar

Pengertian Gaya Belajar

        Gaya belajar merupakan salah satu yang dimiliki oleh setiap individu dalam menyerap, mengatur, dan mengolah informasi yang diterima. Gaya beajar yang sesuai adalah kunci keberhasilan siswa dalam belajar. Penggunaan gaya belajar yang dibatasi hanya dalam satu gaya, terutama yang bersifat verbal atau auditorial, tentunya dapat menyebabkan banyak perbedaan dalam menyerap informasi. Oleh karena itu dalam kegiatan belajar, siswa harus dibantu dan diarahkan untuk mengenali gaya belajar yang sesuai dengan dirinya sendiri agar hasil belajar bisa maksimal.
        Menurut Bobbi De Porter dan Mike Hernacki dalam bukunya yang berjudul “Quantum learning membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan” dijelaskan bahwa Gaya belajar adalah kata kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, disekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika anda menyadari bagaimana anda dan orang lain menyerap dan mengolah informasi, anda dapat menjadikan belajar dan berkomunikasi lebih mudah dengan gaya anda sendiri.

Macam - Macam GAYA BELAJAR

         Setiap siswa memiliki karakteristik gaya belajar masing-masing menurut De Poter dalam bukunya Tutik Rachmawati dan Daryanto yang berjudul Teori Belajar dan Proses Pembelajaran yang Mendidik terdapat 3 modalitas (tipe) dalam gaya belajar yaitu Visual, Auditori dan Kinestetik. Pelajar visual belajar melalui apa yang mereka lihat. Auditori belajar dengan cara mendengar dan kinestetik belajar lewat gerak dan menyentuh (Praktik). Dalam kenyataannya, setiap orang memiliki ketiga gaya belajar tersebut, tetapi kebanyakan orang cenderung hanya menggunakan salah satu dari ketiga gaya tersebut yang lebih mendominasi.

1. Gaya Belajar Visual

            Peserta didik yang bergaya belajar visual dapat dilihat dari ciri-ciri utama yaitu menggunakan modalitas belajar dengan kekuatan indra mata. Siswa yang memiliki gaya belajar visual lebih mudah mengingat apa yang mereka lihat, seperti bahasa tubuh atau ekspresi muka gurunya, diagram, buku pelajaran bergambar atau video, sehingga mereka bisa mengerti dengan baik mengenai posisi atau local, bentuk, angka, dan warna.

2. Gaya Belajar Auditorial

         Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar yang mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengarkan terlebih dahulu baru kemudian bisa mengingat dan memahami informasi yang diperoleh.

3. Gaya Belajar Kinestetik

             Seperti yang dijelaskan oleh De Porter dan Hernacki dalam bukunya Rachmawati dan Daryanto Teori Belajar dan Proses Pembelajaran yang mendidik : ” bahwa orang yang bergaya belajar kinestetik lebih dekat dengan ciri seperti saat berpikir lebih baik ketika bergerak atau berjalan, lebih menggerakan anggota tubuh ketika bicara dan merasa sulit untuk duduk diam. Umumnya orang bergaya belajar kinestetik dalam menyerap informasi menerapkan strategi fisikal dan ekspresi yang berciri fisik.
             Siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik cara membaca dan mendengarkannya salahsatu kegiatan yang membosankan. Memberi instruksi yang diberikan secara tertulis maupun lisan seringkali mudah dilupakan, karena mereka cenderung lebih memahami tugasnya jika mereka mencobanya secara langsung. Dalam hal ini bisa diartikan siswa lebih menyukai pmbelajaran berupa praktikum.


Sumber : http://repo.iain-tulungagung.ac.id/10462/5/BAB%20II%20.pdf


Tujuan Bimbingan Dan Konseling

Tujuan Bimbingan dan konseling bila dilihat dari area - area perkembangan individu pribadi sosial, akademik dan karir, maka tujuan bimbingan dan konseling menurut Kartadinata dkk adalah :

1. Aspek perkembangan pribadi-sosial

  • Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai - nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun dalam kehidupan masyarakat pada umumnya.
  • Memiliki sikap toleran terhadap umat beragama lain dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajiban masing - masing. 
  • Memiliki pemahaman tentang situasi kehidupan yang saling bergantian antara yang menyenangkan (anugerah) dengan yang tidak menyenangkan (musibah) serta mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran yang dianut
  • Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan
  • Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain serta tidak melecehkan martabat atau harga diri sendiri dan orang lain.
  • Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat.
  • Memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas dan kewajiban 
  • Memiliki kemampuan berinteraksi sosial yang baik
  • Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik
  • Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.



            

Bimbingan & Konseling

 

Pengertian Bimbingan &Konseling

Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari kata "guidance" dan "counseling" dalam bahasa inggris.  Secara harfiah, istilah "guidance" berasal dari akar kata "guide" yang berarti mengarahkan (to direct) memandu (to pilot), mengelola (to manage), dan menyetir (to steer).  Selain itu "guidance" mempunyai hubungan dengan "guiding" yang berarti menunjukan jalan (showing a way), memimpin (leading),  menuntun (conducting)  memberikan petunjuk (giving instructions), mengatur (regulating), mengarahkan (governing)  dan memberikan nasihat (giving advice). Sedangkan kata "counseling" dari kata benda counsel yang berarti nasihat. Berdasarkan istilah tersebut,  sesuai dengan istilahnya,  maka bimbingan dan konseling diartikan secara umum sebagai suatu proses bantuan (helping).  Namun tidak setiap bentuk bantuan adalah bimbingan.  Oleh karena itu, akan dikemukakan pendapat beberapa para ahli tentang bimbingan dan konseling sesuai dengan sudut pandangnya masing - masing dibawah ini.

1. Shertzer & Stone

Menyatakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami diri dan lingkungannya dan konseling merupakan proses interaksi yang bermakna pemahaman diri dan lingkungan serta hasil dari pembentukan dan atau pengklarifikasian tujuan serta nilai - nilai perilaku manusia masa depan. 

2. Kartadinata S

Menyatakan bahwa bimbingan dan konseling adalah proses membantu individu memahami diri sendiri dan dunia.  Dilingkungan sekolah, bimbingan berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang optimal bagi setiap siswa.  Sedangkan konseling merupakan rahasia antara konselor dan siswa atau kelompok kecil siswa untuk membantu mereka menyelesaikan atau mengatasi masalah yang mereka hadapi secara konstruktif dan mengembangkan mental mereka. 

Dengan demikian maka bimbingan  konseling dapat diartikan suatu proses interaksi yang dilakukan oleh konselor dan konseli (Guru Bk dan siswa)  agar dapat mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya dan dapat memberikan sebuah solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi oleh konseli/siswa.